Jumat, 18 November 2011

Pengambilan Keputusan

Arti dan Proses Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan (Decisions Making) merupakan suatu proses dan berlangsung dalam suatu sistem, walaupun merupakan suatu desisi pribadi sekalipun yang menyangkut suatu masalah pribadi pula. Sistem di mana proses pengambilan desisi itu berlangsung terdiri atas berbagai unsur (elements) atau bagian, dan masing-masing merupakan suatu faktor yang ikut menentukan segala apa yang terjadi atau akan terjadi. Selain itu, secara popular dapat dikatakan bahwa mengambil atau membuat keputusan berarti memilih satu di antara sekian banyak alternatif. Misalnya seorang karyawan memutuskan masuk kantor atau tidak setelah melihat awan tebal suatu pertanda akan turun hujan lebat. Setiap orang, tidak harus pimpinan, dapat membuat keputusan akan tetapi dampak keputusan yang ditimbulkan berbeda-beda. Ada yang sempit dan ada yang luas ruang lingkup yang terkena dampak atau pengaruh tersebut.
            Pada umumnya, suatu keputusan dibuat dalam rangka untuk memecahkan permasalahan atau persoalan (problem solving), setiap keputusan yang dibuat pasti ada tujuan yang akan dicapai. Pimpinan perusahaan memutuskan menambah karyawan karena memang kekurangan karyawan, memutuskan meminjam uang di bank karena memang kekurangan modal,dsb. Dengan kemampuan mengambil keputusan kita akan mampu menentukan dan merumus tujuan-tujuan riil yang hendak kita kejar di dalam rangka menuju ke cita-cita kita. Untuk mengejar tercapainya tujuan (goal) kita akan mampu menentukan dan merumus secara tegas dan jelas prapta-prapta (objektif) yang harus diselesaikan melalui planning-programming-budgeting-operation-evaluation.
Latar Belakang Pengambilan Keputusan

Dalam teori ini, suatu sistem merupakan suatu set elemen-elemen atau komponen-komponen yang tergabung bersama berdasarkan suatu bentuk hubungan tertentu. Tingkah laku suatu sistem ditentukan oleh hubungan antar komponennya. Suatu organisasi merupakan suatu contoh sistem yang terdiri dari sejumlah individu, kelompok individu atau departemen-departemen bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Tingkah laku suatu organisasi, katakan suatu perusahaan sangat tergantung pada tingkah laku komponen-komponennya dan ada hubungan antara komponen.

Empat Kategori Pengambilan Keputusan
Pada dasarnya ada empat kategori keputusan, yaitu :
a.       Keputusan Dalam Keadaan Ada Kepastian
Apabila semua informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan lengkap, maka keputusan dikatakan dalam keadaan atau siatuasi ada kepastian. Dengan kata lain dalam keadaan ada kepastian, kita dapat meramalkan secara tepat atau eskak hasil dari setiap tindakan (action). Misalnya dalam pesoalan linear programming kita mengetahui berapa jumlah keuntungan (profit) maksimum yang bisa diperoleh setelah kita mengetahui persediaan setiap jenis bahan dan kebutuhan input bagi masing-masing jenis produk. Pemecahan masalah mengenai pengambilan keputusan dalam keadaan atau situasi yang pasti bersifat deterministik.
b.      Keputusan Dalam Keadaan Ada Resiko
Resiko terjadi kalau hasil pengambilan keputusan walaupun tak dapat diketahui dengan pasti akan tetapi diketahui nilai kemungkinan (probabilitanya). Misalkan saja seseorang ingin memutuskan membeli barang, setiap barang dibungkus rapi sehingga seseorang tersebut tidak tahu mana yang bagus/ yang cacat. Tetapi seandainya penjual barang tersebut jujur dan pembeli diberitahu bahwa barangnya ada 100 buah dan yang rusak 99 buah. Kemudian pembeli tersebut harus memutuskan jadi membeli atau tidak. Kalau pembeli tersebut termasuk orang yang normal mungkin tidak jadi membeli, sebab resikonya terlalu besar. Akan tetapi sebaliknya kalau diberitahu bahwa barang yang rusak hanya ada sebuah,maka kemungkinan pembeli tersebut akan jadi membeli sebab resikonya kecil.
c.       Keputusan Dalam Ketidakpastian
Ketidakpastian akan kita hadapi sebagai pengambil kebutusan bila pengambil keputusan sama sekali tidak tahu dengan keputusannya karena hal yang akan diputuskannya belum pernah terjadi sebelumnya. Contohnya, Anda menghadapi orang yang baru saja dikenal, kemudian orang tersebut meminjam uang Rp 200 juta untuk modal usaha. Anda sama sekali tidak mengenal orang itu, maka seandainya anda berikan uang sebanyak yang ia inginkan anda sama sekali tidak tahu apakah orang tersebut akan mengembalikan uang yang dipinjammnya dengan tepat waktu atau tidak.
d.      Keputusan Dalam Keadaan Ada Konflik
Situasi konflik dapat terjadi kalau kepentingan dua pengambil keputusan atau lebih saling bertentangan atau ada konflik dalam situasi kompetitif. Pengambil keputusan bisa juga berarti pemain (player) dalam suatu permainan (game). Contohnya suatu ketika pengusaha A menaikkan harga produknya per unit Rp 200,- dan dalam waktu yang sama pengusaha B juga menaikkan Rp 250,-. Oleh karena harga yang dinaikkan oleh A lebih rendah dari B, banyak pembeli yang membeli barang di tempat A sehingga A memperoleh keuntungan. Walaupun kelihatannya sederhana, keputusan dalam situasi ada konflik seringkali dalam prakteknya menjadi sangat kompleks. Misalnya kita dapat dihadapkan pada keadaan yang tak pasti ditambah lagi adanya tindakan pihak lawan yang bisa mempengaruhi hasil keputusan. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan menjadi lebih banyak. Keputusan dalam situasi ada konflik bisa dipecahkan dengan teori permainan (game theory).

Langkah-Langkah Dalam Pengambilan Keputusan Manajemen
a.       Rumuskan / Definisikan Persoalan Keputusan
Persoalan adalah suatu keadaan yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang diinginkan/diharapkan. Kita harus berusaha mencari pemecahan yang baik bagi suatu soal yang tepat sebab pemecahan terbaik bagi persoalan yang salah tidak ada gunanya. Maka dari itu, dalam membuat keputusan untuk memecahkan persoalan harus bisa menemukan persoalan apa yang perlu dipecahkan/diputuskan.
b.      Kumpulan Informasi Yang Relevan
Setiap persoalan yang sudah lama atau baru saja timbul pasti ada faktor-faktor penyebabnya. Memecahkan persoalan berati suatu keputusan atau tindakan untuk menghilangkan faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya persoalan tersebut. perlu dikumpulkan data atau informasi yang relevan artinya faktor apa saja yang mungkin menjadi penyebab timbulnya persoalan. Contohnya, hasil penjualan merosot, faktor penyebabnya mungkin mutu barang kurang baik, harga terlalu tinggi, adanya saingan, promosi tidak efektif,dsb
 c.       Cari Alternatif Tindakan
Memutuskan berarti memilih salah satu dari beberapa alternatif yang tersedia berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Bila alternatif yang digunakan di awal tidak terlalu bagus, pemimpin dapat menggunakan alternatif yang kedua / yang lainnya.
d.      Alternatif Analisis Yang Fisibel
Setiap alternatif yang ada harus dievaluasi baik berdasarkan suatu kriteria tertentu atau prioritas. Hasil evaluasi memudahkan pemimpin /pengambil keputusan dalam memilih alternatif yang terbaik karena kegiatan evaluasi memisahkan mana alternatif yang memenuhi syarat, dan mana alternatif yang tidak memenuhi syarat.
e.       Memilih Alternatif Terbaik
Di dalam mengambil keputusan, pemimpin harus dapat memilih alternatif yang paling baik diantara alternatif lainnya yang ada. Pemilihan bisa didasarkan oleh kriteria tertentu atau prioritas tertentu. Contohnya seorang mahasiswa dengan uang yang ia miliki kesulitan untuk memutuskan apakah uang tersebut akan digunakan untuk membeli buku atau menonton di bioskop. Keputusan yang diambil bisa didasarkan atas suatu kompromi bisa juga atas tekanan-tekanan.
f.       Laksanakan Keputusan Dan Evaluasi Hasilnya
Pelaksanaan suatu rencana tindakan merupakan tahap akhir dari proses pengambilan keputusan. Setelah pengambilan keputusan, dilakukan evaluasi hasil keputusan apakah keputusan yang diambil sudah sesuai dengan tujuan semula atau ada hal-hal baru yang mengubah tujuan semula. Evaluasi hasil memberikan masukan atau umpan balik yang sangat berguna untuk memperbaiki suatu keputusan atau mengubah tujuan semula karena perubahan-perubahan. Misalnya seorang dosen yang semula sudah puas dengan jenis pekerjaannya mencoba membuka usaha dan laku keras sehingga pendiriannya menjadi dosen berubah. Hal tersebut disebabkan karena gaji dosen relatif kecil dan tidak mencukupi kebutuhan hidup maka dosen tersebut memutuskan keluar untuk tidak menjadi dosen lagi dan mencoba hidup berwraswasta.
    Tipe-tipe Pengambilan Keputusan
Menurut Eric Form, ada lima tipe pengambil keputusan yaitu :
a.       Tipe Ketergantungan  : Tidak mempunyai pendirian tegas, hanya tergantung pada orang lain
b.      Tipe Eksploitatif : Mengeksploitasi orang lain
c.       Tipe Tabungan : Cenderung “menabung” idenya sendri untuk memperkuat posisi, tidak bersedia berbagi kepandaian dengan orang lain
d.      Tipe Pemasaran : Pengambil keputusan pamer dengan idenya sendiri
e.       Tipe Produktif : Adanya kemampuan, pengetahuan dan keterampilan serta pandangan yang jauh ke depan, penuh inisiatif dan kreatif
       Macam-Macam Keputusan Manajemen
a.       Keputusan Yang Terprogram (Programmed Decision)
Maksud dari keputusan yang terprogram adalah keputusan yang terstruktur atau muncul secara berulang-ulang. Misalnya, memutuskan jumlah barang yang ada digudang penyimpanan tidak bisa terlepas dari proses penghitungan yang biasa digunakan.
b.      Keputusan Yang Tidak Terprogram (Non-programmed Decision)
Apabila keputusan baru pertama kali muncul dan tidak tersusun / terprogram. Keputusan yang tidak terprogram ini harus mendapatkan penanganan khusus untuk memecahkan masalah karena belum ada pedoman untuk menanganinya.

Model Pengambilan Keputusan
Ada beberapa model pengambilan keputusan, beberapa diantaranya adalah :
a.       Model Pengambilan Keputusan Dalam Keadaan Kepastian (certainty)
Bahwa setiap rangkaian keputusan hanya mempunyai satu hasil. Model ini juga disebut sebagai model kepastian / deterministik.
b.      Model Pengambilan Keputusan Dalam Keadaan Kondisi Beresiko (Risk)
Setiap rangkaian keputusan mempunyai sejumlah kemungkinan hasil dan masing-masing kemungkinan hasil probabilitasnya dapat diperhitungakan atau dapat diketahui. Model ini disebut juga Model Stokastik.
c.       Model Pengambilan Keputusan Dalam Keadaan Ketidakpastian (uncertainty)
Setiap rangkaian keputusan (kegiatan) mempunyai sejumlah kemungkinan hasil dan masing-masing kemungkinan hasil probabilitasnya tidak dapat diketahui/ditentukan.
Teori Pengambilan Keputusan

Pada umumnya teori-teori pengambilan keputusan dibagi menjadi empat golongan tergantung dari apa yang dikejar, yaitu :
a.       Teori Ekonomis : Mengejar efisiensi eknomis.
b.      Teori Matematik : Mengejar resiko / ketidakpastian yang minimal
c.       Teori Psikologis : Mengejar kepuasan yang harmonis di antara semua pihak yang bersangkutan
d.      Teori Proses : mengejar efektivitas daripada desisi yang optimal.
Selain itu, ada juga teori pengambilan keputusan, diantaranya adalah :
a.      Teori Rasional Komprehensif
Teori pengambilan keputusan yang paling dikenal dan mungkin pula yang banyak diterima oleh kalangan luas ialah teori rasional komprehensif. Unsur-unsur utama dari teori ini dapat dikemukakan sebagai berikut :
1.      Identifikasi masalah-masalah (dibandingkan)
2.      Tentukan rangking sesuai urutan kepentingannya
3.      Pencarian berbagai alternatif
4.      Teliti akibat-akibat (manfaat dan biaya) dari setiap alternatif
5.      Bandingkan setiap alternatif
6.      Pilih alternatif tertentu
Teori rasional komprehensif banyak mendapatkan kritik dan kritik yang paling tajam berasal dari seorang ahli Ekonomi dan Matematika Charles Lindblom (1965 , 1964′ 1959). Kritikan (by Charles E Lindblom) :
1.      Sulit dilakukan karena pengambilan keputusan tidak berhadapan dengan masalah yang jelas dan konkrit
2.      Kesulitan merumuskan masalah yang sebenarnya
3.      Teori rasional komprehensif menutut hal-hal yang tidak rasional pada diri pengambil keputusan
4.      Banyak hambatan untuk bertindak secara rasional, misalnya kurangnya waktu, kesulitan mengumpulkan informasi,dll.
5.      Sulit bagi pengambil keputusan untuk memilah secara tegas antara nilai pribadi dengan nilai kelompok

b.      Teori Inkremental
Teori inkremental dalam pengambilan keputusan mencerminkan suatu teori pengambilan keputusan yang menghindari banyak masalah yang harus dipertimbangkan dan pada saat yang sama merupakan teori yang lebih banyak menggambarkan cara yang ditempuh oleh pejabat-pejabat pemerintah dalam mengambil keputusan sehari-hari.
Pokok-pokok teori inkremental ini dapat diuraikan sebagai berikut :
1.      Tentukan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
2.      Pertimbangkan pada beberapa alternatif yang langsung berhubungan dengan pokok masalah
3.      Evaluasi sejumlah kecil akibat yang mendasar bagi setiap alternatif
4.     Masalah yang dihadapi oleh pembuat keputusan akan didedifinisikan secara teratur
5.     Bahwa tidak ada keputusan atau cara pemecahan yang tepat bagi tiap masalah
6.     Pembuatan keputusan yang inkremental pada hakikatnya bersifat perbaikan-perbaikan kecil dan hal ini lebih diarahkan untuk memperbaiki ketidaksempunaan dari upaya-upaya konkrit dalam mengatasi masalah sosial yang ada sekarang daripada sebagai upaya untuk menyodorkan tujuan-tujuan sosial yang sama sekali baru di masa yang akan datang.
Kritikan (by Amitai Etzioni) :
1.      Keputusan hanya mencerminkan kepentingan kelompok yang mapan dan kuat serta kelompok-kelompok yang mampu mengorganisasikan kepentingan dalam masyarakat
2.      Cenderung abaikan peluang bagi perlunya pembaharuan sosial yang mendasar (status quo)

c.       Teori Pengamatan Terpadu (Mixed Scanning Theory)
Mencerminkan suatu teori yang memperhitungkan keputusan yang bersifat fundamental maupun keputusan yang bersifat inkremental. Menurut Yehezkel Dror (1968) gaya inkremental dalam pembuatan keputusan cenderung menghasilkan kelambanan dan terpeliharanya status quo, sehingga merintangi upaya menyempurnakan proses pembuatan keputusan itu sendiri. Model pengamatan terpadu memperhitungkan tingkat kemampuan para pembuat keputusan yang berbeda-beda. 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar